Selasa, 08 September 2009

Bicycle Ace of Spades sebagai kartu kematian

Bagi para Magician - terutama Cardician, kartu bermerek Bicycle tentu sudah tidak asing lagi.

kalau ngga pakai Bicycle ngga afdol...kata mereka (sebagian besar)
Memang Bicycle playing Card merupakan kartu favorite buat para Cardician yang belakangan lebih senang disebut sebagai Card Mechanics.

Namun ada sedikit kisah sisi gelap yang pernah terjadi pada kartu Bicycle ini - khususnya Bicycle Ace of Spades. jika para cardician sering melakukan trick card to mouth... pada sekitar pertengahan tahun 1960-an, tentara Amerika pada masa perang Vietnampun pernah melakukannya. But they did it to dead bodies...

Playing card, atau yang secara salah diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan istilah kartu Remi - ( Remi hanyalah salah satu nama permainan kartu yang sangat popular) – sudah berumur sangat lama. Sejarah mencatat asal-usul playing card bermula dari daratan China pada abad ke 9, setelah ditemukannya tehnik pembuatan kertas oleh bangsa China.

Dengan perjalanan sejarah yang cukup panjang, hingga pada abad14, sampailah playing card di daratan Eropa melalui bangsa Mesir. 52 lembar kartu seukuran genggaman tangan ini juga mengalami banyak perubahan pada desain gambar gambarnya. Desain yang sekarang sering kita jumpai saat ini merupakan desain dari Negara Perancis.


Desain klasik Perancis

Amerika Serikat baru mulai memproduksi sendiri kartu kartunya sejak tahun 1800-an. Perusahaan yang memproduksi playing card terbesar di Amerika dan juga terbesar di dunia adalah United State Playing Card Company(USPC) yang bermarkas di Cincinnati, Ohio, AS.


USPC Company Cicinnati, Ohio. AS

USPC memproduksi playing card dengan merek merek Bicycle, Bee Club Cards, Aviator, Aristocrat, dan Hoyle. USPC memproduksi lebih dari 100 juta deck kartu setiap tahunnya.


Selain memproduksi playing card untuk umum, USPC juga menyuplai produknya bagi casino casino di dunia dan kalangan Militer Amerika.

Hubungan “mesra’ USPC dengan militer Amerika sudah berlangsung cukup lama. Sejak masa perang dunia ke dua.

Pada masa perang dunia II, USPC memproduksi “Spotter” deck dengan desain militer. Kartu kartu tersebut memiliki gambar pesawat pesawat terbang, kapal perang dan tank tank musuh. Jadi tentara Amerika dapat dengan mudah mengenali mesin mesin perang lawan dengan melihat gambar gambarnya dari kartu kartu yang mereka bawa.

Selain itu juga ada produk yang dinamakan - “Secret Deck” – dan dikirim ke penjara di Jerman - juga pada masa perang dunia II- dimana banyak tentara Amerika yang ditawan pada masa itu. Lembaran kartu ini jika direndam di dalam air, lapisan kartunya akan dengan mudah dikelupas, yang ternyata terdapat gambar gambar rahasia. Jika ke 52 kartu di disusun dilantai, akan terbentuk gambar rute peta pelarian bagi para tahanan dari penjara tersebut.

Pada masa perang Irak USPC bahkan memproduksi playing card dengan desain Iraqi Most Wanted dan dibekalkan pada setiap tentara Amerika yang bertugas di Irak. Desain ke 52 kartu tersebut bergambar presiden Irak saat itu, Saddam Hussein dan petinggi petingginya serta anak anak Sang Presiden. Saddam Hussein menempati urutan pertama dari gambar kartu Iraqi Most Wanted, yaitu Ace of Spades (Aas Sekop). Orang nomer satu yang paling dicari Amerika saat itu.


kartu Ace of spades bergambar Saddam Hussein


Namun cerita paling fenomenal dalam sejarah hubungan USPC dengan kalangan Militer AS terjadi pada masa perang Vietnam.

Seperti kita ketahui, perang Vietnam merupakan perang saudara antara Vietnam Utara dan Vietnam Selatan.


Peta Vietnam

Vietnam Selatan didukung Amerika melawan Vietnam Utara yang berideologi komunis dan berakhir pada tahun 1973 dengan kemenangan di pihak Vietnam Utara.

Perang Vietnam sendiri merupakan mimpi buruk bagi banyak warga Amerika yang kehilangan kerabat, suami dan anak laki laki mereka, untuk perang yang mereka anggap sia sia…56.000 jiwa tentara Amerika terenggut selama perang 9 tahun itu.

Rambo…tokoh fiktif dalam film dengan judul yang sama – diproduksi oleh Hollywood- merupakan sedikit obat sementara untuk melupakan kekalahan Amerika di Vietnam.


John Rambo


Seorang tokoh rekaan yang bernama John Rambo, seorang diri dengan senjata seadanya, mampu mengalahkan ratusan tentara Viet Cong demi menyelamatkan tentara tentara Amerika yang ditawan di Vietnam.

Namun sekali lagi, Rambo hanyalah tokoh fiktif rekaan Hollywood demi menghapus trauma kekalahan Amerika di Vietnam.

Rambo dunia nyata pada perang Vietnam, figure yang secara psikologi menjadi booster keberanian para tentara Amerika di perang gerilya tersebut adalah….Bicycle Ace of Spades. Kartu Aas Sekop dari Bicycle playing card pernah menjadi mimpi buruk bagi para Viet Cong. Ace Of Spades menjadi symbol kartu kematian atau The Death Card.


Why?


Let the story begins……


Suatu siang di sebuah desa kecil antara daerah Duc Pho dan Mo Duc di Vietnam utara tahun 1967.

Sebuah helikopter pasukan Amerika meraung raung di atas desa yang diduga sebagai salah satu markas Viet Cong.



Helikopter pasukan Amerika di atas desa Viet Cong


Bukan hujanan tembakan yang diluncurkan dari capung besi Amerika itu, melainkan ribuan lembar kartu produksi USPC - ya Bicycle playing card. Namun anehnya, seluruh kartu yang disebarkan hanyalah Ace of Spades – hanya Aas Sekop.


Tak lama kemudian….

Pasukan darat Amerika dengan sandi : Operation Baker, bersama dengan tank tank besarnya, melakukan penyerangan dengan membakar rumah rumah beratap rumbia dan melemparkan granat granat ke dalam bunker bunker yang diduga sebagai tempat persembunyian para Viet Cong.


Tank pasukan Amerika mengempur desa Viet Cong


Pertempuran Frontalpun tak terhindarkan antara pasukan Amerika dan Viet Cong. Tak dapat dielakkan lagi, banyak korban berjatuhan di pihak Viet Cong. Pasukan Viet Cong yang secara kasat mata tidak berbeda penampilan dengan petani biasa, mundur masuk ke dalam hutan setelah merasa tak ada kemungkinan menang melawan pasukan Amerika serta tank tanknya.


Setelah dirasa cukup aman, pasukan Operation Baker menyisir desa yang telah porak poranda.


Pasukan Operation Baker menyisir desa Viet Cong

Hanya orang tua dan wanita serta anak anak kecil tak berdosa yang tertinggal disana. Pandangan mata nanar anak anak kecil yang tampak kebingungan dan ketakutan, mengikuti langkah pasukan Amerika dengan helm tempur bergambar Ace of Spades menyisir desa mereka.







Mayat mayat pasukan Viet Cong bergelimpangan di atas tanah dengan lubang lubang bekas tembakan di tubuh mereka. Pasukan Operation Baker menghampiri tubuh tubuh tak bernyawa itu. Bukan bermaksud menguburkan, seorang Letnan justru mengeluarkan satu deck Bicycle Playing card dari kantongnya. Satu deck kartu yang semuanya Ace of Spades. Selembar kartu diambilnya, dan…dijejalkan ke mulut mayat seorang Viet Cong dengan dibantu rekannya menggunakan kaki, untuk memudahkan masuknya kartu ke mulut tubuh tak berkutik itu.





Tindakan menjejalkan Ace of Spades kartu Bicycle ke mulut mayat mayat Viet Cong-pun diikuti oleh rekan rekannya yang lain.

Setelah semua mayat Viet Cong dijejali kartu, tindakan selanjutnya adalah : menebarkan kartu kartu Ace of Spades lainnya di sekeliling mayat mayat tersebut.

Pasukan Operation bakerpun pergi meninggalkan desa yang telah di bumi hanguskan. Meninggalkan ribuan lembar Ace of Spades dari Bicycle playing card dan menabur trauma kepada anak anak kecil yang tak mengerti kenapa mayat mayat kerabat mereka dijejali kartu ber-simbol daun hitam dengan gambar wanita di tengahnya – ( lambang Ace of Spades – kartu Bicycle)

Cerita dimundurkan sedikit….


Januari 1966… Pada masa perang Vietnam, pasukan America Brigade ke 3 dengan nama “Tropic Lightning” membangun base camp di sebuah bukit di luar kota Pleiku, Vietnam Selatan.

Sudah menjadi kebiasaan pasukan Amerika, jika ada waktu luang (tidak sedang berperang), mereka habiskan waktu dengan bermain kartu. Bicycle playing card produksi USPC menjadi kartu favorite mereka dan menjadi bekal “wajib” di setiap ransel pasukan Amerika, selain majalah yang dikirim secara rutin dari Amerika (majalah Playboy jadi urutan no 1 dari daftar perbekalan mereka).

Suatu sore tanpa peperangan, selagi sebagian pasukan asik bermain kartu. Seorang pemimpin platoon menghampiri mereka dengan membawa sebuah media masa yang baru diterimanya - Stars and Stripes. Ada satu artikel di majalah itu yang membahas tentang tingginya kepercayaan rakyat Vietnam kepada hal hal yang berbau supranatural. Antara lain ketakutan mereka kepada lambang Ace of Spades dan gambar seorang wanita. Diceritakan di artikel tersebut lambang sekop pada kartu Aas merupakan lambang kematian bagi rakyat Vietnam, dan gambar seoarang wanita merupakan dewi Kematian.


Lambang Ace of Spades pada kartu Bicycle

Kurang jelas dari mana rakyat Vietnam punya konsepsi lambang sekop sebagai lambang kematian. Sebagian teori mengatakan konsep itu dari kartu tarot yang dibawa oleh Perancis selama pendudukan Perancis di Vietnam dari tahun 1862 sampai tahun 1954. Pada kartu tarot, Ace of Spades merupakan kartu kematian atau Death Card.

Sebagian teori mengatakan bahwa pada kepercayaan tradisional rakyat Vietnam, lambang kematian mirip dengan lambang sekop pada playing card atau kartu tarot.

Setelah para tentara membaca artikel tersebut, mereka menyadari Ace of Spades pada kartu Bicycle mempunyai dua hal yang dipercaya ditakuti oleh rakyat Vietnam.

Lambang sekop sebagai lambang kematian, dan gambar Lady Liberty di tengah gambar sekop dapat ditafsirkan sebagai Dewi kematian bagi rakyat Vietnam.

Entah siapa yang memulai, sejak itu setiap deck kartu pasukan tersebut hanya berjumlah 51 (diluar joker) karena Ace of Spadesnya sudah berpindah… bertengger di helm para tentara brigade ke 3 tersebut.



Kartu Ace of spades di helm Tentara Amerika


Salah seorang letnan Kolonel dari brigade ke 3 itu, Charles W. Brown menulis surat kepada USPC yang isinya minta dikirimkan kartu Bicycle yang hanya berisi Ace of Spades.


Surat dari letnan Kolonel Brown pun sampai ke meja Mr. Allison F. Stanley Direktur dari USPC. Rupanya Mr. Stanley pernah kehilangan seorang anaknya dalam perang dunia II dan berhasrat membantu militer AS dimanapun berada. Pada hari yang sama setelah surat itu diterima. Ribuan deck kartu Bicycle yang hanya terdiri dari Aces of Spades dikirim ke Vietnam. Secara gratis….

Kiriman selanjutnya bahkan diproduksi bungkus kartu khusus bertuliskan – SECRET WEAPONS – BICYCLE ACES OF SPADES. Kartu kartu tersebut diharapkan dapat menjadi psychological operation weapon.



Selanjutnya, seperti yang telah diceritakan diatas, Bicycle Aces of Spades menjadi dipercaya oleh tentara Amerika sebagai lambang kematian dan Dewi kematian bagi rakyat Vietnam.


Benarkah demikian?


Setelah perang Vietnam berakhir, dengan kekalahan di pihak Vietnam Selatan yang dibantu Amerika. Mr. Stanley pernah bertanya kepada Letnan kolonel Brown sebagai orang yang pernah menulis surat kepadanya dan meminta Bicycle Aces of Spades sebagai psychological operation weapon.

Apakah anda pernah melihat para Viet Cong lari ketakutan ketika melihat lambang dari Ace of Spades?”

Brown menjawab, “ Hmm yang jelas, kami telah melakukannya. Setiap membersihkan sebuah desa Viet Cong, setidaknya kami telah meninggalkan pesan bahwa kami pernah berada disini dengan menaruh kartunya di tubuh mayat mayat mereka dan memenuhi desa dengan kartu kartu tersebut.”

Dan yang lebih penting, Ace of Spades justru lebih sebagai Booster semangat bagi tentara Amerika, dan diadaptasi oleh unit unit lainnya sebagai Ikon dan ditaruh di helm helm mereka. “ ujar Brown.

Pada Operation Desert Storm di Irak, permintaan Bicycle Ace of Spades membanjir dari tentara Amerika yang berperang disana, untuk disematkan di helm mereka. Padahal Ace of Spades tidak memiliki makna apa apa bagi rakyat Irak selain sebagai salah satu gambar dalam satu deck kartu.

Rupanya menaruh kartu Aas Sekop pada helm tentara Amerika saat ini lebih merupakan tradisi dan pendorong semangat mereka daripada sebagai psychological operation weapon seperti di Vietnam…..

---

Benarkah Bicycle Aces of Spades tidak berpengaruh apa apa bagi rakyat Vietnam? Hmmm….mungkin memang tidak ada pengaruh psikologi untuk para Viet Cong pada saat perang Vietnam berlangsung.

Namum bagaimana dengan anak anak kecil Vietnam yang pada saat itu melihat dengan mata kepalanya sendiri, bagaimana tentara Amerika menjejali mayat ayah, kakak atau kerabat mereka dengan kartu Aas Sekop? Bukankah tentara Amerika sendiri yang menjadikan mithos itu menjadi nyata bagi anak anak kecil pada cuplikan film dokumenter Operation Baker di atas? ketakutan mereka terhadap Aas Sekop sebagai kartu kematian (death card) justru dimulai pada saat itu…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar